Skandal Kecurangan Atlet E-Sport “Tokyogurl” di SEA Games 2025 Coreng Nama Baik Thailand Sebagai Tuan Rumah
SBOBET88 – SEA Games ke-33 di Thailand pada Desember 2025 tidak hanya diramaikan oleh kompetisi olahraga, tetapi juga oleh sejumlah kontroversi. Salah satu yang paling menggemparkan adalah skandal atlet E-Sport Thailand, Tokyogurl, yang berujung pada dikeluarkannya dia dari tim nasional.
Tokyogurl adalah nama alias dari seorang atlet E-Sport wanita Thailand yang bernama asli Naphat Warasin yang saat ini berusia 24 tahun. Dia dikenal sebagai pemain profesional untuk game RoV (Arena of Valor) dan pernah bergabung dengan tim E-Sport terkemuka, Talon Esports. Tokyogurl juga berhasil terpilih sebagai salah satu anggota tim nasional RoV wanita Thailand untuk bertanding di SEA Games 2025.
Karier Tokyogurl yang sedang menanjak tiba-tiba terhenti karena terbukti melakukan kecurangan pada ajang SEA Games 2025. Bentuk kecurangan yang dilakukan oleh Tokyogurl adalah pelanggaran serius terhadap peraturan teknis kompetisi yakni penggunaan Peranti Lunak Pembantu Tidak Sah (Unauthorized Third-Party Software).
Tokyogurl terbukti mencoba mengakses dan menggunakan perangkat lunak (software) pihak ketiga yang tidak sah untuk mendukung atau meningkatkan performanya selama pertandingan. Dalam laporan resmi, ia juga ditemukan telah merusak atau memodifikasi peralatan kompetisi yang digunakan selama pertandingan.
Tindakan ini melanggar Peraturan Juknis Esports SEA Games Pasal 9.4.3 yang secara tegas melarang penggunaan peranti bantu atau modifikasi yang tidak sah. Oleh karena pelangaran ini Tokyogurl dikeluarkan dari SEA Games 2025.
Bahkan sebelum katahuan berbuat curang, Tokyogurl juga semoat menjadi sorotan karena mengacungkan jari tengah ke arah kamera saat live straming perkenalan finalis. Banyak pihak menilai sikapnya itu menunjukkan tidak profesional dan tidak pantas.
Insiden kecurangan ini disebut-sebut memberikan tekanan besar dan mencoreng nama baik tim Thailand sebagai tuan rumah. Federasi E-Sport Thailand (TESF) segera mengumumkan pemecatan atlet berusia 24 tahun tersebut. Agensi yang menaunginya, TALON TH, juga dengan cepat memutus kerjasama.
Penyelenggara game, Garena RoV Thailand, mendukung keputusan pemecatan dan mengumumkan bahwa Tokyogurl akan dilarang untuk berpartisipasi dalam semua kompetisi yang mereka selenggarakan di masa depan, yang berarti sanksi larangan bermain seumur hidup dari industri RoV.
Isu ini menimbulkan pembelajaran besar. Diharapkan skandal ini menjadi pelajaran bagi para atlet, tim, dan badan penyelenggara untuk menerapkan kontrol yang lebih ketat demi menjaga kredibilitas E-Sport di kancah internasional.
Keputusan keras yang diambil oleh pihak penyelenggara dan agensi menegaskan komitmen untuk menjaga integritas dalam kompetisi E-Sport profesional. Tokyogurl menjadi contoh pahit tentang pentingnya menjunjung tinggi sportivitas di setiap pertandingan.
