SBOBET88

Berita Dan Informasi Olahraga Terkini

Sepak Bola

Aksi hooliganisme muncul lagi usai penonton sudah dibolehkan masuk stadion

SBOBET88 – Ketika wabah pandemi COVID-19 berada dalam masa-masa puncaknya, dunia seolah ‘rehat’ sejenak. Segala macam acara atau kegiatan apapun yang melibatkan orang banyak berkumpul dalam satu ruangan atau tempat dinyatakan sebagai kegiatan yang dilarang atau sangat terbatas, yang berlaku serentak hampir di setiap negara.

Pertandingan sepak bola adalah salah satu dari sekian banyak acara yang juga ikut dilarang. Segala macam liga, turnamen ataupun kejuaraan yang ada di tiap-tiap benua dihentikan sementara hingga kurang lebih dua tahun lamanya. Sebelum akhirnya pandemi mereda dan pertandingan-pertandingan mulai diberi lampu hijau untuk dimulai kembali. Dan pada masa-masa awal tersebut bahkan pertandingan berlangsung tanpa ada satupun penonton.

Namun sekarang para suporter klub sepakbola sudah bisa dengan leluasa datang ke stadion untuk menonton secara langsung tim kesayangan mereka berlaga. Sayangnya, bersamaan aksi pendukung atau suporter yang rusuh yang sering disebut sebagai hooligan pun ikut aktif kembali.

Hooliganisme dalam sepak bola diartikan sebagai perilaku berbahaya dan merusak oleh penggemar sepak bola yang terlalu fanatik. Perilaku ini sering didasarkan pada persaingan antara tim yang berbeda dan konflik yang biasanya terjadi sebelum atau setelah pertandingan sepak bola, di dalam lapangan atau di jalan-jalan sekitar stadion tempat pertandingan berlangsung. Aksi perkelahian, vandalism atau pengerusakan, intimidasi sampai kerusuhan dengan melibatkan senjata berbahaya adalah ciri khas Hooliganisme.

Minggu, 11 September 2022, Andi Ahsan Taqwim, suporter klub Liga 1 Indonesia, PSM Makassar menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal yang menggunakan busur panah yang mengenai dada hingga tembus ke paru-paru. Korban diserang saat perjalanan pulang usai menonton laga PSM Vs Persebaya di Parepare, Sulawesi Selatan. Korban lalu segera dilarikan ke rumah sakit terdekan dan langsung dilakukan tindakan operasi yang membutuhkan 12 kantong dari donor darah untuk menyelamatkan nyawanya.

Ternyata kejadian serupa bukan yang pertama kalinya terjadi. Pada tanggal 28 Juli 2019, juga pernah terjadi, supporter klub PSM Makassar yang dipanah oleh orang tak dikenal saat hendak meninggalkan Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar.

Dua kejadian menyeramkan diatas hanyalah contoh kecil dari sekian banyak aksi-aksi Hooliganisme lainnya yang hingga kini masih menghantui dunia sepak bola dunia. Belum lama ini, kekacau terjadi di stadion nasional Prancis sebelum dan selama final Liga Champions pada 28 Mei 2022 lalu. Laga final antara Liverpool dan Real Madrid itu tertunda selama 35 menit akibat kekacauan yang terjadi di luar stadion ketika polisi mencoba menahan orang-orang yang mencoba masuk tanpa tiket, sementara beberapa orang yang memiliki tiket mengeluh bahwa mereka tidak diizinkan masuk.

Tayangan televisi menunjukkan gambar pemuda melompati gerbang stadion dan melarikan diri. Orang lain di luar, termasuk anak-anak, ditembak dengan gas air mata oleh polisi anti huru hara. Beberapa petugas polisi anti huru hara terlihat menyerbu ke dalam stadion sementara yang lain menyerang orang-orang yang mencoba merobohkan gerbang stadion. Sekitar 68 orang telah ditangkap oleh pihak kepolisian setempat dan tercatat ada 238 orang yang terluka sangat ringan.

Dan yang paling baru adalah kekacauan besar yang terjadi pada laga antara 2 tim sepak bola Meksiko. Dimana pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke-62 karena perkelahian mulai terjadi di antara lebih dari 30.000 orang dari kursi penonton. Keributan bahkan menyebar ke lapangan saat para penggemar saling mengejar, beberapa terlihat sambil membawa senjata. Sebagian orang-orang berlari melarikan diri dari kekacauan. Sementara yang lain terlibat baku hantam. Bahkan terlihat ada gambar penggemar yang terluka terbaring tak bergerak.

Dari kekacauan besar yang berbahaya tersebut tidak ada laporan kematian tapi ada 22 orang terluka, sembilan di antaranya dibawa ke Rumah Sakit Umum dan dua di antaranya kritis. Sisanya stabil. Dan semua yang terluka adalah laki-laki.