Roland Ratzenberger dan Ayrton Senna Tribut Di Grand Prix Spanyol

Roland Ratzenberger dan Ayrton Senna Tribut Di Grand Prix Spanyol

Sbobet88.web.id – Mulai pada tanggal 01 Mei 2019 ini, yang menandakan 25 tahun sudah terjadi tragedi kecelakaaan maut yang merenggut nyawa dua pembalap formula 1 Roland Ratznberger dan Aytron Senna. Dalam Tribut untuk yang kedua pembalap akan dilangsungkan pada saat F1 menyambangi seri selanjutnya pada Grand Prix Barcelona-Katalunya, Spanyol.

Seperti pernyataan pada pihak sirkuit, yang dikutip dari Crash, sirkuit Barcelona-Katalunya ingin memberikan tribut untuk Senna dan Ratzenberger. Kami akan membuat untuk bendera Austria dan brazil, representasi dari kedua pembalap itu. Yang dimana nantinya para penonton akan menunjukan bendera tersebut dan pembalap yang berhasil meraih kemenangan race juga harus melakukannya.

Flashback sedikit dari musim balap tahun 1994. Musim tersebut juga merupakan musim perdana Senna bersama tim Williams setelah sebelumnya menghabiskan enam tahun dari tahun 1988 sampai 1993 berada di belakang Mclaren. Sedangan dari Ratzenberger, pilot yang berasal dari Austria ini, merupakan debutan pada musim itu.

Roland Ratzenberger

Baca Juga : Liverpool Kalah Telak 0-3 Melawan Barcelona

Rarzenberger ini meninggal dunia ketika menjalani pada sesi kualifikasi sehari sebelum race. Mobile Simtek yang menggunakan mesin Ford milik Ratzenberger terhempas ketika ingin melibas pada tikungan. Mobil miliknya menghantam pada papan pembatas jalan dalam kecepatan 314 kilometer perjam.

Dirinya dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit Maggiore di daerah Bologna. Suasana menjadi berubah mengerika seketika saat itu. Akan tetapi sangat aneh, sesi kualifikasi tetap dilanjutkan. Senna yan sempat menatap ngeri tubuh Ratzenberger ini yang tergolek di cockpit, berhasil untuk menempati posisi dalam waktu catatan 1 menit 21,548 detik.

Aytron Senna

Ketika sedang melakukan balapan, Senna sebenarnya sudah bertekad untuk merebut kemenangan perdana musim tersebut. Mengingat dua seri sebelumnya di Brazil dan Jepang, driver asal Brazil tersebut yang gagal finis. Akan tetapi pada haris tersebut yang tepatnya pada lap ke tujuh pada tikungan Tamburello, mobil Senna keluar lintasan dan menabrak tembok beton dalam kecepatan 233 kilometer perjam.

Dirinya dinyatakan meninggal dunia pada jam 6 sore waktu setempat di rumah sakit yang sama di mana Ratzenberger menghembuskan nafas terakhirnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.