SBOBET88

Berita Dan Informasi Olahraga Terkini

Sepak Bola

Lee Kang-in kena cancel culture usai ribut dengan Son Heung-min

SBOBET88 – Lee Kang-in mungkin tidak pernah menduga bahwa keributan yang melibatkannya dan Son Heung-min bakal menimbulkan dampak buruk yang berkepanjangan baginya. Bahkan setelah memposting permintaan maaf atas insiden tersebut di akun Instagramnya pun rupanya tidak mampu meredakan kemarahan dan kekecewaan publik negeri ginseng terhadapnya.

Seperti yang diketahui saat ini penyerang PSG berusia 22 itu sedang disorot dan menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola dan juga publik Korea Selatan karena bertengkar dengan seniornya sekaligus kapten The Taegeuk Warriors, Son Heung-min hingga menyebabkan cedera di jari kanan Son.

Sebelum laga semifinal Piala AFC 2023 melawan Yordania di Qatar, Lee dan pemain junior lainya tergesa-gesa menyelesaikan makan malam mereka untuk bisa bermain tenis meja dan membuat kegaduhan. Sebagai kapten dan senior, Son memperingatkan para juniornya namun tidak digubris. Kemudian keributan pun terjadi, dimana menurut laporan Son dan Lee sempat saling dorong.

Usai kalah dari Yordania, Son langsung kembali ke London dan bertanding untuk klubnya Tottenham Spurs dengan jari yang terbungkus. Kemudian berita tentang keributan antara Son dan Lee pertama kali dipublis oleh The Sun yang kemudian dikonfirmasi kebenarannya oleh Korean Football Association (KFA). Usai berita itu menyebar luas, Lee memosting permintaan maaf pertamanya di akun Instagramnya.

Namun sepertinya K-net atau publik Korea Selatan tidak mengindahkan permintaan maaf Lee. Banyak yang beranggapan Lee hanya merasa menyesal karena berita tersebut sudah tersebar luas. Alhasil Lee dengan cepat menjadi ‘public enemy’ di Korea Selatan, pasalnya selain karena Son Heung-min adalah senior dan kapten tim nasional, Son juga merupakan salah satu orang paling berpengaruh di negara tersebut. Son begitu dicintai dan dihormati oleh publik Korea Selatan karena prestasi-prestasinya di dunia sepakbola dan kepribadiannya yang bersahabat dan hangat.

Penggemar sepakbola dan publik Korea Selatan mengecam dan mengelu-elukan untuk memboikot Lee. Bahkan banyak yang menuntut agar dia dikeluarkan dari The Taegeuk Warriors dan pembebasan wajib militernya dicabut.

Melansir JoongAng Daily, Coupang, platform penyiaran untuk Liga 1 Korea Selatan telah melakukan boikot terhadap Lee. Coupang tidak menampilkan nama Lee di layar dalam susunan skuad (PSG) di akhir pekan kemarin, saat PSG menghadapi Nantes. Padahal, Lee turun sebagai starter.

Dilansir dari Allkpop, sebuah produk makanan yang menampilkan Lee sebagai brand ambassador mereka juga telah menghapus foto dan video iklan Lee dari situs mereka. Bahkan kabar terkini menyebutkan Lee kemungkinan bakal menghadapi tuntutan hukum atas kerugian dari pengiklan berupa denda sebesar ratusan miliar dari tiga perusahaan berbeda.

Rabu (21/2/2023) Lee kembali memposting permintaan maaf kedua, setelah menghapus yang pertama. Lee juga terbang ke London untuk menemui Son Heung-min dan meminta maaf secara pribadi. Son kemudian memposting foto dirinya berdampingan dan merangkul Lee di akun Instagramnya. Tidak lupa Son menuliskan pesan panjang yang mengatakan bahwa tidak semua berita yang beredar benar-benar terjadi dan meminta penggemar dan publik untuk menerima permintaan maaf Lee.

Budaya Cancel Culture terhadap public figure di Korea Selatan terkenal begitu kejam dan tidak kenal ampun. Dan rupanya tidak berlaku hanya bagi mereka yang berkecimpung di dunia hiburan saja. Terbukti dengan apa yang dialami oleh Lee Kang-in.

Mengutip Korea Times, seorang profesor sosiologi dari Universitas Kyung Hee, Song Jae-ryong menyatakan bahwa cancel culture di Korea Selatan timbul karena ekspektasi tinggi masyarakat kolektif yang menjunjung kepatuhan dan konformitas. Membuat masyarakat pun menaruh harapan tinggi kepada figur publik dan cenderung kurang toleran atas kesalahan moral atau etika yang mereka dilakukan.