SBOBET88

Berita Dan Informasi Olahraga Terkini

Liga Inggris

Kunci Sukses Arsenal Akhiri Dominasi Man City dan Juarai Premier League 2025/2026

SBOBET88 – ​Setelah menanti selama 22 tahun sejak era The Invincibles pada 2003/2004, Arsenal akhirnya kembali bertahta di puncak tertinggi sepak bola Inggris. Skuad asuhan Mikel Arteta resmi mengunci gelar juara Premier League musim 2025/2026 setelah rival terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth pada Selasa malam, 19 Mei 2026.

​Hasil imbang di Vitality Stadium tersebut membuat selisih poin Manchester City tidak mungkin lagi mengejar Arsenal di pekan terakhir. Kemenangan ini terasa sangat manis dan bersejarah. Arsenal tidak hanya mengakhiri puasa gelar liga mereka yang teramat panjang, tetapi juga berhasil meruntuhkan hegemoni Manchester City yang sebelumnya merajai kompetisi dengan memenangkan Premier League empat musim berturut-turut sejak musim 2020/2021.

​Keberhasilan Arsenal musim ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari evolusi taktik dan mentalitas yang matang. Berikut adalah 4 poin paling penting yang menjadi alasan mengapa The Gunners mampu menjadi juara dan menggulingkan dominasi Manchester City:

​1. Rekor Fantastis dan Dominasi Total dari Set-Pieces (Situasi Bola Mati)

​Jika ada satu senjata yang paling membedakan Arsenal dari tim lain musim ini, itu adalah efektivitas mereka dalam situasi bola mati. Di bawah arahan pelatih spesialis set-piece, Nicolas Jover, Arsenal mencatatkan rekor luar biasa dengan mencetak 28 gol dari situasi dead-ball, di mana 18 gol di antaranya lahir dari eksekusi sepak pojok (corner kick).

​Angka 18 gol dari sepak pojok ini merupakan rekor baru sepanjang sejarah Premier League. Ketika skema permainan terbuka (open play) menemui jalan buntu akibat pertahanan rapat lawan, Arsenal selalu punya solusi lewat eksekusi presisi dan pergerakan cerdik di dalam kotak penalti. Konversi peluang dari bola mati inilah yang menjadi pembeda krusial dalam mendulang poin demi poin penting.

​2. Tembok Pertahanan yang Kokoh dan Disiplin

​Sir Alex Ferguson pernah mempopulerkan quote ​“Attack wins you games, but defence wins you titles.” (Menyerang memberikanmu kemenangan dalam pertandingan, tapi pertahanan memberikanmu gelar juara). Arsenal menerapkan prinsip ini dengan sangat sempurna. Sepanjang musim, duet bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhães—didukung oleh ketangguhan David Raya di bawah mistar—menjadi benteng yang hampir mustahil ditembus.

​Arsenal menjadi tim dengan lini pertahanan terbaik di liga musim ini, hanya kebobolan 26 gol dari 37 pertandingan. Kedisiplinan tanpa bola dan kemampuan mereka melakukan transisi bertahan dengan cepat membuat tim-tim besar kesulitan mengembangkan permainan saat menghadapi mereka.

​3. Kematangan Mentalitas Setelah “Belajar” dari Kegagalan

​Sebelum berhasil mengangkat trofi musim ini, Arsenal sempat merasakan kepedihan mendalam saat finis sebagai runner-up di bawah Manchester City pada musim-musim sebelumnya—termasuk momen menyakitkan saat mereka kalah tipis dengan selisih hanya 2 poin pada musim 2023/2024.

​Namun, kegagalan tersebut tidak menghancurkan mereka, melainkan membentuk mental baja. Skuad muda Arteta bertransformasi menjadi tim yang sangat tenang di bawah tekanan, konsisten meraih kemenangan tipis, dan tidak lagi goyah atau kehilangan poin konyol di fase-fase kritis menjelang akhir musim.

​4. Konsistensi Luar Biasa Menghadapi Tim-Tim Papan Tengah

​Salah satu kelemahan fatal penantang gelar di musim-musim sebelumnya adalah seringnya kehilangan poin saat melawan tim paruh bawah. Musim ini, Arsenal menunjukkan intensitas yang sama rata, baik saat menghadapi tim Big Six maupun tim promosi.

​Kemenangan-kemenangan krusial atas tim semenjana menjadi bukti nyata bagaimana Arsenal memperlakukan setiap laga layaknya partai final. Konsistensi meraih poin penuh di laga-laga “wajib menang” inilah yang membuat jarak poin mereka dengan Manchester City tetap terjaga hingga akhirnya mengunci gelar sebelum pekan terakhir dibubarkan.

​Dengan gelar ke-14 ini, Mikel Arteta juga menorehkan tinta emas sebagai mantan pemain Premier League pertama yang berhasil memenangkan trofi ini sebagai seorang manajer bagi klub yang pernah dibelanya.

​Kini, London Utara berwarna merah. Setelah sekian lama berada di bawah bayang-bayang kehebatan taktik Pep Guardiola, Mikel Arteta berhasil membuktikan bahwa proses panjang yang dipercayakan kepadanya telah membuahkan hasil tertinggi: meruntuhkan dinasti dan membawa Arsenal kembali ke tempat yang semestinya.