“Komunitas Bendera Warna-Warni” di tengah-tengah sepak bola profesional dunia

“Komunitas Bendera Warna-Warni” di tengah-tengah sepak bola profesional dunia

SBOBET88 – Justin Fashanu adalah pemain sepak bola profesional pertama yang menyatakan kepada dunia bahwa dirinya adalah seorang homoseksual atau gay. Fashanu adalah seorang bintang sepak bola Inggris pada masanya (1978 – 1997). Ia memecahkan beberapa rekor termasuk rekor pemain kulit hitam pertama yang harga transfernya mencapai tujuh digit.

Namun aksi brilian di atas lapangan dan potensinya itu dibatasi oleh ketidak sukaan pemain, pelatih dan masyarakat untuk menerima seksualitasnya. Salah satu yang menentangnya adalah Brian Clough, yang disebut sebagai salah satu manajer legendaris terhebat sepanjang masa. Clough benar-benar tidak menyukai gaya hidup Fashanu bahkan sampai melarang Fashanu berlatih dengan tim utama. Fashanu juga kerap mendapatkan cemoohan dan menjadi korban aksi homofobik dari penonton.

Pada akhirnya, ketika dirinya tersandung kasus tuduhan kekerasan seksual oleh seorang pemuda dibawah umur ketika merumput di Amerika Serikat, Fashanu kabur kembali Inggris setelah diintrogasi oleh pihak kepolisian. Dua bulan kemudian Justin Fashanu mengakhiri hidupnya di garasi rumahnya karena beratnya tekanan mental dari stigma masyakarat atas kelainan seksual yang ia miliki. Dalam catatan bunuh dirinya dia menuliskan: “Saya menyadari bahwa saya telah dianggap bersalah. Saya tidak ingin mempermalukan teman atau keluarga saya lagi.”

Baik dulu maupun sekarang, perihal menjadi gay dalam sepak bola pria masih merupakan sesuatu yang tabu. Sepak bola, terutama sepak bola pria identik dengan imej kejantanan. Dan juga perspektif budaya yang menganggap gay sebagai hal yang lemah, sesuatu yang pantang di lapangan sepak bola.

Namun kenyataan tersebut tidak mengurungkan tekad beberapa pemain sepak bola profresional dunia untuk “keluar” ke publik dan dengan bangga menyatakan bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas LGBTQ+. Seperti keputusan yang diambil oleh penyerang klub Inggris Blackpool FC, Jack Daniels. Melansir Sky Sports.com, Daniels menceritakan kisahnya tentang menjadi pesepakbola profesional pria di Inggris yang tampil di depan umum sebagai gay setelah Justin Fashanu pada 1990.

Jake mengungkapkan jati dirinya kepada orang tuanya, klubnya, dan rekan satu timnya tentang keinginannya untuk jujur ​​dan menjalani hidupnya tanpa berbohong. Namun disaat yang bersamaan dia merasakan kecemasan dan bertanya-tanya apakah keluarga dan rekan satu timnya akan mendukung dan menerima.

“Saya punya pacar (perempuan) di masa lalu untuk mencoba dan membuat semua teman saya berpikir saya normal, tapi itu hanya kebohongan besar-besaran. Itu sulit.”

Daniels mengatakan bahwa menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya berdampak pada kesehatan mentalnya dan membuatnya berpikiran berlebihan dan stres. Tapi setelah menyatakan bahwa dirinya gay, dia mengatakan semuanya kecemasan dan ketakutannya hilang dan merasa lebih percaya diri dan senang menjadi diri sendiri.

Terlebih dan yang membuatnya terkejut adalah bahwa tidak sedikit yang mensuport dirinya. Daniels mengatakan bahwa ketika dia pertama kali memberi tahu rekan satu timnya, mereka “agak terkejut”, dan bertanya mengapa dia tidak memberi tahu mereka sebelumnya. Bahkan kapten timya mengatakan rasa bangga atas keputusan Daniels.

Dan tidak hanya keluarga, klub dan rekan setim yang mendukungnya. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, anggota keluarga Kerajaan Inggris, Kapten TimNas Inggris Harry Kane, The Professional Footballer’s Association, The Premium League adalah beberapa dari mereka yang mendukung keputusan Daniels.

Liga Premier: “Kami mendukung Jake dan percaya sepak bola adalah untuk semua orang. Klub dan komunitas lebih kuat ketika semua orang merasa diterima, di dalam dan di luar lapangan. Terserah kita semua untuk mewujudkannya, itulah sebabnya kita semua harus berbicara menentang diskriminasi dan mendukung komunitas LGBTQ+.”