Kisah masa kecil Mo Farah, pelari Olimpic asal Inggris yang menyedihkan

Kisah masa kecil Mo Farah, pelari Olimpic asal Inggris yang menyedihkan

SBOBET88 – Atlit pelari jarak jauh peraih empat mendali emas yang merupakan salah satu atlit terbaik dan paling dicintai di Inggris Raya, Mo Farah, dalam sebuah film dokumenter yang akan tayang di BBC, membagikan kisah masa kecilnya yang pahit. Dia secara ilegal dibawa ke Inggris dan dipaksa untuk menjalani kehidupan perbudakan.

Dalam film dokumenter itu Farah mengatakan bahwa nama aslinya adalah Hussein Abdi Kahin dan dia berasal dari Djibouti, Afrika Timur ketika dia berusia sekitar 8 atau 9 tahun. Dia mengatakan seorang wanita yang tidak dia kenal membawanya ke Inggris menggunakan surat perjalanan palsu. Pada surat  perjalanan yang menyertakan fotonya tersebut tertulis nama Mohammed Farah.

Waktu dia berusia empat tahun, ayahnya, Abdi, terbunuh oleh tembakan nyasar ketika perang saudara Somalia pada 1980-an. Setelah kematian ayahnya, ibunya mengirim Mo dan saudara kembarnya Hassan untuk tinggal bersama seorang paman di Djibouti. Sampai pada tahun 1993, seorang wanita asing yang berpura-pura menjadi ibu angkatnya membawanya terbang meninggalkan Afrika menuju Inggris. Ketika itu Farah menduga dia akan pergi ke Eropa untuk tinggal bersama kerabatnya.

Namun yang terjadi adalah tak lama setelah mereka tiba di London, wanita asing itu membawanya ke sebuah apartemen di Hounslow, London Barat. Disana dia dipaksa untuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti bersih-bersih, memasak dan menjadi pengasuhan anak-anak. Tak hanya itu, Farah mengatakan bahwa dia juga kerap menerima ancaman dari wanita asing tersebut.

Farah berkata dia tidak pernah merasakan menjadi bagian dari keluarga, bahkan jika dia ingin mendapatkan makanan di perutnya, dia harus mengerjakan tugas-tugasnya yakni merawat, memandikan, memasak dan membersihkan anak-anak. Dan wanita itu menngancamnya untuk tutup mulut apabila dia ingin melihat keluarganya lagi.

“Seringkali saya hanya mengunci diri di kamar mandi dan menangis.”

Farah juga tidak diperbolehkan untuk pergi sekolah untuk belajar sampai usianya 12 tahun. Dia kemudian masuk ke Feltham Community College di South West London. Dan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan sekolah. Salah satu guru mengatakan jika mereka perlu berbicara dengan keluarga Farah, tidak ada satu orang pun yang muncul. Farah terlihat tidak terawat dan tidak diperhatikan. Hal itu membuat pihak sekolah khawatir. Ditengah-tengah perjuangan itu, akhirnya Farah menemukan olahraga berlari dengan bantuan guru olahraga, Alan Watkinson.

Dan beruntungnya, petugas dinas sosial yang menangani kasus Farah membantunya dengan menempatkan Farah untuk diasuh oleh keluarga asal Somalia yang tinggal di Inggris. Kinsi, ibu dari seorang teman Farah di sekolah setuju untuk mengasuh dan menerima Farah dalam keluarganya selama tujuh tahun. Perubahan itu berdampak luar biasa, tidak hanya untuk hidup Farah yang menjadi lebih baik dan bahagia, tapi juga berdampak pada prestasi di cabang olahraga larinya.

Farah diberikan kewarganegaraan Inggris pada tahun 2000 dan dia telah menjadi wakili Inggris di tiga Olimpiade Musim Panas berturut-turut mulai tahun 2008. Dia merebut hati di semua orang di Inggris dengan prestasi-prestasinya yang gemilang. Memenangkan 10.000 meter dan 5.000 meter di Olimpiade London 2012. Dia juga memenangkan balapan yang sama di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Dan prestasi-presati tersebut yang lalu membuatnya dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2017.