Hasil Super League 2025-2026: Arema FC vs Persik Kediri. Comeback Fantastis Singo Edan di Kanjuruhan!
SBOBET88 – Semangat pantang menyerah khas Singo Edan benar-benar membakar rumput Stadion Kanjuruhan pada Minggu sore (11/1/2026). Dalam lanjutan Super League 2025-2026 pekan ke-17, Arema FC sukses membalikkan keadaan secara heroik saat menjamu Persik Kediri. Sempat tertinggal hingga menit-menit akhir, Arema bangkit lewat drama injury time yang luar biasa untuk mengunci kemenangan 2-1.
Sejak menit awal, Arema FC sebenarnya tampil dominan dengan terus menggempur pertahanan Macan Putih. Namun, solidnya barisan belakang tim tamu dan gemilangnya kiper Leo Navacchio sempat membuat publik Malang frustrasi. Ketegangan memuncak di menit ke-80 ketika M. Supriadi berhasil mencuri gol untuk Persik lewat skema serangan balik cepat, memanfaatkan umpan Ezra Walian.
Tertinggal 0-1 di sisa sepuluh menit laga tidak membuat mental Singo Edan ciut. Gelombang serangan bertubi-tubi dilancarkan. Keajaiban dimulai pada menit ke-90+5, saat tekanan Arema memaksa M. Supriadi melakukan kesalahan fatal dengan mencetak gol bunuh diri. Skor imbang 1-1 seolah baru menjadi pemantik api.
Puncaknya terjadi pada menit ke-90+8. Ian Puleio muncul sebagai pahlawan setelah berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk menjaringkan bola. Stadion Kanjuruhan bergemuruh hebat menyambut comeback yang terasa sangat emosional tersebut.
Ada beberapa momen yang membuat laga “Derbi Jawa Timur” kali ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta bola nasional:
- Menariknya, dua gol balasan Arema FC tercipta sesaat setelah Aremania menggemakan yel-yel religius “Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohim” di tribun. Momen ini dianggap sebagai bantuan spiritual yang menyertai kerja keras pemain di lapangan.
- Pertandingan sempat memanas di menit ke-8 ketika pemain Persik, Williams Lugo, menginjak engkel Dalberto. Meski diprotes keras, wasit Rio Permana yang meninjau VAR hanya memberikan kartu kuning, sebuah keputusan yang memicu tensi tinggi sejak awal laga.
- Hero to Zero bagi Supriadi: M. Supriadi mengalami nasib yang sangat kontras; sempat dipuja sebagai calon pahlawan lewat golnya di menit ke-80, ia justru menjadi sosok tragis setelah melakukan gol bunuh diri di masa injury time.
- Denda dari Komdis PSSI: Terlepas dari hasil di lapangan, laga ini sempat dibayangi insiden penyalaan kembang api di depan hotel tempat tim tamu menginap sehari sebelumnya, yang berujung sanksi denda bagi panpel dan klub.
Kemenangan dramatis ini sangat krusial bagi posisi Arema FC di tabel klasemen. Tambahan tiga poin memastikan Singo Edan merangsek naik ke papan tengah dan menjauhi kejaran Persik Kediri. Singo Edan berada di peringkat 10 di klasemen sementara. Jumlah 21 poin telah berhasil dikumpulkan dari 17 laga, dengan catatan 5 kali menang, 6 kali imbang dan 6 kali kalah.
Kemenangan ini bukan sekadar raihan tiga poin, melainkan bukti mentalitas baja skuad asuhan Marcos Santos yang menolak menyerah meski waktu hampir habis. Atmosfer Kanjuruhan yang sempat menegang berubah menjadi pesta pora saat peluit panjang dibunyikan.
