From zero to hero. Dulu melarat kini atlet-atlet ini bagi-bagi kekayaan dengan kegiatan amal dan donasi

From zero to hero. Dulu melarat kini atlet-atlet ini bagi-bagi kekayaan dengan kegiatan amal dan donasi

SBOBET88 – Sukses, punya banyak uang dan bergelimang harta tentu saja adalah impian hampir semua orang. Dan semua orang melakukan segala upaya dan usaha untuk mendapatkan ketiga hal tersebut. Sebagian berhasil dan sebagian lainnya belum berhasil. Dan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan semua itu tentunya berbeda-beda pada masing-masing orang. Setelah berhasil pun yang terjadi pada masing-masing orang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin ada yang lupa diri atau menjadi tamak. Namun tidak sedikit orang yang setelah berhasil sekalipun tidak akan pernah lupa pada tempat dimana mereka memulai segalanya. Berikut adalah atlet-atlet yang berhasil sukses dan tetap ingat untuk berbagi dengan sesama.

  1. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo mungkin bukan atlet paling kaya diantara atlet-atlet lainnya yang ada di muka bumi ini. Namun ia tercatat sebagai atlet yang paling sering berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Sifat dermawan dan gemar beramal ini lahir dari latar belakang Cristiano yang besar di keluarga miskin. Ibunya seorang juru masak dan tukang bersih-bersih untuk menghidupi Cristiano dan saudara-saudaranya. Bahkan kemiskinan membuat ibu kandungnya, Dolores Aveiro sempat terpikir untuk menggugurkan Cristiano, yang diungkapkan pada buku biografinya Mother Courage.

“Cristiano mengatakan pada saya ketika dia tahu, ‘Lihat ibu, kamu hampir menggugurkan saya. Tapi sekarang sayalah yang membantu keluarga ini keluar dari kemiskinan,” kenang Dolores.

Sementara ayahnya, José Dinis Aveiro, adalah mantan Angkatan Darat Portugis yang pernah ikut berperang dua kali di Angola dan Mozambik, kembali dari berperang beliau  menganggur dan kemudian bekerja sebagai kit man atau pesuruh di klub sepak bola lokal. Beliau meninggal karena dampak dari kecanduan alkohol.

“Saya benar-benar tidak mengenal ayah saya 100 persen. Dia adalah seorang pemabuk. Saya tidak pernah berbicara dengannya, bahkan percakapan biasa. Sulit rasanya, menjadi nomor satu dan dia tidak melihat apa-apa, dia tidak tahu apa-apa. Tidak melihat ketika saya menerima penghargaan dan  melihat menjadi apa saya sekarang,” kenang Cristiano dengan mata yang berkaca-kaca.

Pada tahun 2020, Cristiano menyetujui pemotongan gaji bulan Maret hingga Juni, yang nilainya sekitar €3,8 juta untuk kegiatan amal. Selain itu, ia juga telah menyumbangkan hampir satu juta Euro ke rumah sakit di Portugal untuk memasok tempat tidur, ventilator, kipas angin, dan pompa infus.

Salah satu perbuatan amal yang pernah ia lakukan adalah menjual salah satu penghargaan terpentingnya untuk mendanai upaya kemanusiaan. Sepatu Emas nya dilelang dan mengumpulkan lebih dari satu juta Euro. Dana tersebut kemudian dipakai untuk membangun beberapa sekolah di Gaza. Pada 2017, ia melakukan lagi hal yang sama dimana hasil lelang dari penghargaan yang ia dapatkan kemudian disumbangkan ke Make-A-Wish Foundation.

Cristiano bahkan pernah dinobatkan sebagai atlet paling dermawan di dunia pada tahun 2015 setelah menyumbangkan 5 juta euro untuk upaya bantuan setelah gempa di Nepal yang menewaskan lebih dari delapan ribu orang. Pada tahun berikutnya, pemain Portugal itu menyumbangkan seluruh bonus Liga Champions sebesar 600ribu Euro setelah Real Madrid memenangkan Liga Champions UEFA 2015–16.

Cristiano secara pribadi juga banyak menjangkau berbagai orang dan anak-anak yang membutuhkan dan telah melakukan segala daya untuk memperbaiki kehidupan mereka. Dia telah membantu beberapa pasien kanker dengan biaya pengobatan kemoterapi. Secara perhitungan kasar, dia telah menghabiskan lebih dari 20 juta euro untuk membantu mereka yang kurang mampu.

  1. LeBron James

Di lapangan basket, LeBron James tampak seperti pemain yang sempurna. Di luar lapangan, pemain dengan julukan King James ini hidup bergelimang harta. Namun, masa kecilnya sama sekali tidak.

Gloria ‘Glo’ James, ibu LeBron melahirkannya ketika dia berusia 16 tahun. Ayah biologisnya, Anthony McClelland, adalah pria dengan catatan kriminal yang panjang. Ketika itu keduanya hanya berstatus pasangan dalam hubungan kasual. Itu membuat Gloria harus mengurus dan membesarkan LeBron sendirian.

LeBron berkali-kali harus pindah dari rumah satu ke rumah yang, tinggal di enam lokasi yang berbeda dalam satu tahun. Dia sering absen dari sekolah.

“Saya menyaksikan obat-obatan, senjata, pembunuhan; itu gila,” kenang LeBron.

Setelah mengetahui tentang situasi tersebut, Frank Walker, pelatih sepak bola LeBron, menawarkan LeBron untuk tinggal di rumahnya bersama keluarganya. Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, LeBron mengatakan bahwa Frank Walker telah mengubah hidupnya. Berkat Walker dia punya tempat tinggal dan makanan.

Dia mendirikan Yayasan Keluarga LeBron James sebagai cara untuk membantu masyarakat. Organisasi nirlaba ini telah menginvestasikan lebih dari $20 juta di sekolah dasar negeri dan menyediakan sejumlah besar satu juta dolar setahun untuk membantu membayar gaji guru. Yayasan ini secara khusus ditujukan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu.

Yayasan King James juga telah menjadi pendukung Boys and Girls Club of America, dimana ia menyumbangkan $2,5 juta pada tahun 2010. Ia juga adalah kontributor utama untuk ONExONE dan Dana Perlindungan Anak yang menyediakan makanan, air, perawatan, dan pendidikan untuk anak-anak di Amerika dan luar negeri.

  1. Serena Williams

Rasanya pemain tenis satu ini tidak lagi butuh perkenalan. Fans di seluruh dunia mengenalinya dengan mudah karena kehebatanya dan ketenangannya di lapangan. Pada tahun 2021, ia menduduki peringkat ke-28 dalam daftar Atlet dengan Bayaran Tertinggi di Dunia Forbes. Dia adalah atlet wanita berpenghasilan tertinggi sepanjang masa.

Pencapaian tersebut tidak datang begitu saja. Mengutip Independent.co.uk, Serena mengatakan kepada pelatihnya, Patrick Mouratoglou, bahwa masa lalu tidak hanya menempa semangat kompetitifnya tetapi juga kecerdasannya di lapangan.

Masa lalu yang dimaksud oleh Serena adalah masa kecilnya di Compton, lingkungan yang dipenuhi kejahatan di selatan Los Angeles di mana dia belajar tenis di lapangan umum yang dipenuhi dengan jarum suntik pecandu narkoba hingga kebisingan tembakan dari penembakan di jalan.

“Kita sampai di lapangan dan itu bukan sebuah ‘country club’. Tempatnya buruk. Ada beberapa pria yang bermain bola basket, orang pingsan di rerumputan, gelas-gelas pecah dan orang-orang minum bir,” kenang Serena.

Tidak hanya itu, pada film biografi yang mengangkat cerita tentang ayah Serena, Richard Williams, yakni King Richard yang sudah tayang di layar lebar, Serena dulu juga harus mengalami rasanya direndahkan dan perlakuan rasis karena warna kulitnya. Dimana banyak pelatih berkulit putih Amerika yang menolak untuk melatih Serena dan saudaranya, Venus. Hingga hal itu memotivasi ayahnya untuk melatih Williams bersaudara sendiri hingga keduanya kini menjadi mega bintang di lapangan tenis.

Serena adalah Duta Goodwill UNICEF dengan tujuan membantu pendidikan untuk anak-anak di Asia. Di samping itu, usahanya untuk membantu sebanyak mungkin anak membuatnya mendirikan Serena Williams Foundation.

Pada tahun 2017, Williams menjadi Duta Besar untuk proyek Dompet Ungu  dari Allstate Foundation, untuk memberikan dukungan materi kepada para korban penganiayaan. Organisasi amal lainnya yang didukung Williams termasuk Elton John AIDS Foundation, Great Ormond Street Hospital, Hearts of Gold, Common Ground Foundation, Small Steps Project, HollyRod Foundation, Beyond the Boroughs National Scholarship Fund, World Education, Eva Longoria Foundation, Yayasan Kaliber dan Penyembuhan untuk Yayasan MND.