Veda Pratama Bersinar di Mandalika, Finis Enam Besar di Hadapan Publik Indonesia
SBOBET88 – Di tengah tekanan besar untuk tampil di depan pendukung sendiri, V. Pratama menjawab ekspektasi dengan penampilan solid pada balapan Moto3™ di PERTAMINA GRAND PRIX OF INDONESIA 2026. Pembalap muda Indonesia itu berhasil menembus enam besar dan mengamankan poin penting dalam salah satu penampilan terbaiknya musim ini.
Balapan Moto3™ di Pertamina Mandalika International Circuit berlangsung dalam kondisi cuaca cerah dan lintasan kering, menciptakan kondisi ideal bagi para pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Di tengah persaingan ketat khas Moto3™, perhatian publik Indonesia tertuju kepada V. Pratama yang membela Honda Team Asia.
Pratama mampu menjaga konsistensi sepanjang balapan dan akhirnya menyentuh garis finis di posisi keenam. Ia mencatat selisih waktu 12,017 detik dari pemenang lomba, sekaligus membawa pulang 10 poin berharga untuk klasemen kejuaraan. Hasil tersebut menempatkannya sebagai salah satu pembalap terbaik di luar kelompok perebut podium dan menjadi pencapaian yang patut diapresiasi mengingat ketatnya persaingan di kelas Moto3™.
Dari Gunungkidul Menuju Panggung Dunia
Di balik pencapaian finis enam besar di Mandalika, perjalanan V. Pratama menuju Kejuaraan Dunia Moto3 merupakan kisah tentang bakat, ketekunan, dan proses pembinaan panjang yang dimulai dari lintasan-lintasan lokal di Indonesia. Pembalap bernama lengkap Veda Ega Pratama ini lahir di Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada November 2008. Ia mulai mengenal dunia balap sejak usia dini berkat sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional kelas Supersport 600.
Bakatnya mulai terlihat sejak anak-anak. Pada usia 10 tahun, Veda berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional Club Underbone Indonesia 2019. Prestasi tersebut menjadi fondasi awal yang mengantarkannya masuk ke jalur pembinaan balap internasional melalui program yang didukung Honda dan Idemitsu.
Nama Veda mulai dikenal luas ketika tampil di Idemitsu Asia Talent Cup, salah satu program pencarian talenta resmi dalam jalur menuju MotoGP. Setelah menjalani musim penuh pertamanya pada 2022 dan finis di posisi ketiga klasemen, Veda tampil dominan pada musim 2023. Ia memenangi sembilan dari 12 balapan dan mengukuhkan diri sebagai juara Asia Talent Cup 2023. Prestasi tersebut menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang berhasil merebut gelar tersebut. Gelar itu menjadi titik balik kariernya. Dari pentas Asia, Veda mendapat kesempatan naik ke level yang lebih tinggi dan mulai berkompetisi secara reguler di Eropa, tempat sebagian besar bintang MotoGP ditempa.
Menantang Eropa di Red Bull Rookies Cup
Pada 2024, Veda menjalani debut di Red Bull MotoGP Rookies Cup, kompetisi yang telah melahirkan banyak pembalap MotoGP ternama. Musim pertamanya digunakan untuk beradaptasi dengan karakter sirkuit Eropa dan persaingan internasional yang jauh lebih ketat. Meski berstatus rookie, ia mampu meraih podium pertamanya di Red Bull Ring, Austria, dan menutup musim di posisi delapan klasemen.
Perkembangan signifikan terjadi pada musim 2025. Veda berhasil mencatat sejumlah kemenangan dan enam podium sepanjang musim. Ia akhirnya menempati posisi runner-up klasemen akhir Red Bull MotoGP Rookies Cup, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Asia. Pada periode yang sama, Veda juga mendapat pengalaman berharga di FIM JuniorGP World Championship, kompetisi yang menjadi tahap terakhir sebelum masuk ke Kejuaraan Dunia Moto3.
Promosi ke Moto3 2026
Hasil mengesankan di Asia Talent Cup, JuniorGP, dan Red Bull Rookies Cup membuat Honda Team Asia resmi mempromosikan Veda untuk menjalani debut penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026. Ia bergabung bersama pembalap Jepang Zen Mitani sebagai bagian dari regenerasi pembalap muda Asia menuju level tertinggi balap motor dunia.
Musim debutnya langsung menghadirkan sejarah bagi Indonesia. Pada Grand Prix Brasil 2026, Veda finis di posisi ketiga dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di kelas Grand Prix dunia. Pencapaian tersebut mendapat perhatian luas dari komunitas balap internasional dan menandai lahirnya harapan baru bagi motorsport Indonesia.
Mandalika 2026: Bukti Konsistensi
Memasuki Grand Prix Indonesia 2026 di Mandalika, Veda datang dengan reputasi yang terus menanjak sebagai rookie yang mampu mengejutkan banyak pihak. Finis di posisi keenam di hadapan publik sendiri menjadi bukti bahwa pencapaiannya sepanjang musim bukan sekadar keberuntungan sesaat, melainkan hasil dari perkembangan yang konsisten sejak meniti karier dari Asia Talent Cup hingga Moto3.
Finis enam besar di ajang Grand Prix bukan sekadar tambahan poin. Hasil ini menjadi bukti bahwa V. Pratama mampu bersaing dengan para talenta muda terbaik dunia yang datang dari akademi dan program pembinaan balap paling kompetitif di Eropa.
Di Mandalika, Pratama berhasil mengungguli sejumlah pembalap yang membela tim-tim besar seperti Leopard Racing, CIP Green Power, serta beberapa rival dari tim-tim papan atas lainnya. Keberhasilannya mempertahankan posisi di kelompok depan menunjukkan peningkatan konsistensi dan kematangan balap yang semakin terlihat sepanjang musim 2026.
Dukungan Publik Mandalika Jadi Motivasi Tambahan
Atmosfer balapan di Mandalika selalu menghadirkan energi berbeda bagi pembalap Indonesia. Ribuan penonton yang memadati sirkuit memberikan dukungan penuh kepada Pratama sepanjang akhir pekan balap.
Meski menghadapi tekanan sebagai harapan tuan rumah, pembalap Honda Team Asia tersebut mampu mengelolanya dengan baik. Alih-alih terbebani, ia justru tampil tenang dan fokus untuk mengamankan hasil terbaik. Finis di posisi keenam menjadi hadiah yang layak bagi para penggemar yang memberikan dukungan sepanjang akhir pekan.
Tambahan 10 poin dari Mandalika dapat menjadi modal penting bagi perjalanan V. Pratama di sisa musim 2026. Selain meningkatkan kepercayaan diri, hasil ini juga memperkuat keyakinan bahwa ia mampu bersaing secara reguler di barisan depan Moto3™. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terus bertambah di level Grand Prix, performa di Mandalika menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Jika mampu menjaga konsistensi serupa pada seri-seri berikutnya, peluang untuk meraih hasil yang lebih besar, termasuk podium, akan semakin terbuka.
Harapan Baru Balap Motor Indonesia
Di balik kemenangan M. Quiles dalam balapan tersebut, salah satu cerita terbesar dari seri Indonesia justru datang dari penampilan V. Pratama. Finis enam besar di hadapan publik sendiri menjadi sinyal positif bagi masa depan balap motor Indonesia di panggung dunia.
Bagi para penggemar nasional, hasil ini bukan hanya soal posisi akhir. Ini adalah bukti bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing secara kompetitif di arena Grand Prix. Dan di Mandalika 2026, V. Pratama kembali menunjukkan bahwa ia layak menjadi salah satu nama yang paling dinantikan perjalanan kariernya dalam beberapa tahun ke depan.
