Laws Of The Game Terbaru di Super League 2026/2027: Apa yang Berubah dan Mengapa Diterapkan?
SBOBET88 – Musim Super League 2026/2027 hadir tidak hanya dengan persaingan baru di lapangan, tetapi juga dengan penerapan sejumlah pembaruan Laws of the Game (LOTG) yang telah disahkan oleh International Football Association Board (IFAB) dan mulai diadopsi dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Perubahan-perubahan ini bertujuan meningkatkan effective playing time, mengurangi praktik membuang waktu, memperkuat sportivitas, serta membantu wasit mengambil keputusan secara lebih konsisten. Sebagian aturan tersebut bahkan telah diterapkan pada Piala Dunia 2026 sebelum resmi digunakan di Super League dan Championship musim 2026/2027.
Laws of the Game (LOTG) adalah kumpulan aturan resmi sepak bola yang disusun dan diperbarui oleh International Football Association Board (IFAB), badan yang bertanggung jawab menetapkan regulasi permainan sepak bola di seluruh dunia. Semua federasi dan kompetisi profesional, termasuk Super League Indonesia, mengacu pada LOTG sebagai dasar penyelenggaraan pertandingan.
Setiap musim, IFAB dapat melakukan penyempurnaan aturan berdasarkan evaluasi pertandingan, hasil uji coba, perkembangan teknologi, dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola.
Menurut IFAB dan Komite Wasit PSSI, fokus utama perubahan LOTG musim ini adalah:
- Mengurangi tindakan mengulur waktu (time wasting).
- Menjaga tempo dan alur pertandingan tetap menarik.
- Menambah waktu aktif permainan.
- Meningkatkan sportivitas pemain.
- Membantu konsistensi pengambilan keputusan wasit.
- Mengoptimalkan penggunaan teknologi VAR.
Delapan Perubahan Penting LOTG di Super League 2026/2027
1. Lemparan ke Dalam Harus Dilakukan Maksimal 5 Detik
Pemain yang memperoleh hak lemparan ke dalam kini harus segera mengeksekusinya. Wasit akan memberikan hitungan visual, dan bila melebihi batas waktu lima detik, hak lemparan dapat diberikan kepada tim lawan. Tujauannya adalah untuk menghindari pemborosan waktu dan menjaga ritme pertandingan tetap cepat.
2 . Tendangan Gawang Juga Dibatasi 5 Detik
Mekanisme serupa diterapkan pada tendangan gawang. Tim yang sengaja menunda restart permainan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan terbaru. Dalam beberapa situasi, pelanggaran waktu dapat berujung pada hadiah tendangan sudut bagi lawan. Tujuannya adalah untuk mengurangi strategi mengulur waktu ketika tim sedang unggul.
3. Pergantian Pemain Wajib Selesai dalam 10 Detik
Pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik setelah papan pergantian diangkat. Bila terlambat tanpa alasan yang sah, pemain pengganti tidak dapat langsung masuk dan harus menunggu sekitar satu menit permainan berjalan kembali. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pergantian pemain dan menghindari taktik membuang waktu di akhir pertandingan.
4. Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan Setelah Perawatan
Dalam kondisi tertentu, pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan harus meninggalkan area permainan dan baru bisa kembali setelah pertandingan berjalan kembali selama satu menit. Tujuannya adalah untuk mengurangi jeda pertandingan yang tidak perlu dan menghindari simulasi cedera untuk menghentikan momentum lawan.
5. VAR Memiliki Ruang Koreksi Lebih Luas
Video Assistant Referee (VAR) dapat membantu mengoreksi kesalahan yang dianggap jelas dan nyata, termasuk situasi gol, penalti, kartu merah, identitas pemain yang salah, hingga beberapa keputusan restart yang signifikan apabila dapat dikoreksi dengan cepat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi keputusan pertandingan dan mengurangi kesalahan yang berpengaruh besar terhadap hasil laga.
6. Aturan Perilaku Pemain Diperketat
LOTG terbaru memberi perhatian lebih terhadap perilaku tidak sportif. Salah satu sorotan adalah tindakan pemain yang menutup mulut saat melakukan provokasi, menghina, atau mengejek lawan. Dalam konteks tertentu, tindakan tersebut dapat dianggap sebagai perilaku tidak sportif dan berpotensi berujung sanksi disiplin berat. Tujuannya adalah untuk menjaga respek antar pemain dan menekan tindakan provokatif di lapangan.
7. Penegasan Aturan Perlengkapan Pemain
Peraturan terkait aksesori pemain juga diperjelas. Beberapa jenis perhiasan atau aksesori yang berpotensi membahayakan tetap dilarang, sementara penggunaan perlengkapan tertentu hanya diperbolehkan dengan syarat khusus. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan pemain dan menyamakan standar penerapan aturan.
8. Fokus pada Advantage dan Pelanggaran Krusial
Terjadi sejumlah penyesuaian dalam penerapan advantage serta interpretasi beberapa pelanggaran penting, termasuk situasi DOGSO (Denial of an Obvious Goal-Scoring Opportunity) dan pelanggaran yang memengaruhi peluang mencetak gol. Tujuannya adalah menciptakan keputusan yang lebih adil dan sesuai perkembangan permainan modern.
Selain aturan yang disorot di Super League, LOTG terbaru juga memperkenalkan beberapa perubahan global yang sudah berlaku sejak Juli 2025, di antaranya:
- Kiper hanya boleh menguasai bola maksimal 8 detik. Jika lebih, lawan mendapatkan tendangan sudut, bukan lagi indirect free kick.
- Kompetisi dapat menerapkan prinsip “Only the Captain“, yaitu hanya kapten yang diperbolehkan berdialog dengan wasit pada situasi tertentu.
- Wasit dapat memberikan pengumuman hasil review VAR secara langsung kepada publik di stadion.
Penerapan LOTG terbaru di Super League 2026/2027 menunjukkan komitmen untuk menghadirkan sepak bola yang lebih cepat, adil, dan menarik bagi penonton. Dengan pembatasan waktu pada berbagai restart permainan, penguatan peran VAR, serta peningkatan disiplin pemain, diharapkan kualitas pertandingan dan waktu efektif bermain akan semakin meningkat. Pada akhirnya, perubahan ini bukan sekadar penyesuaian aturan, melainkan langkah strategis untuk membawa kompetisi Indonesia semakin sejalan dengan standar sepak bola internasional.
