SBOBET88

Berita Dan Informasi Olahraga Terkini

NBA

Maxine Sutisna dan Perjalanannya Mengejar Mimpi WNBA

SBOBET88 – Nama Maxine Maria Sutisna kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta basket tanah air. Remaja kelahiran Jakarta, 15 Januari 2007 ini, bukan sekadar pemain berbakat biasa; ia adalah representasi harapan baru bagi basket putri Indonesia untuk menembus liga profesional tertinggi di dunia, WNBA.

Dikenal dengan kemampuan menembak jarak jauh yang akurat dan jiwa kepemimpinan di lapangan, Maxine memiliki postur setinggi 175 cm. Ia merupakan putri dari pasangan Michael Sutisna dan Maura Tupamahu. Sebelum memutuskan hijrah ke Amerika Serikat, Maxine sudah lebih dulu mengukir nama sebagai bintang sekolah di SMAN 70 Jakarta (Seventy).

Kecintaan Maxine pada bola basket bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sesuatu yang mengalir dalam darahnya. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan atmosfer lapangan basket karena pengaruh dari kedua orang tuanya yang juga merupakan mantan atlet.

​Minat ini mulai tumbuh serius sejak usia sekolah dasar. Alih-alih hanya menjadikan basket sebagai hobi pengisi waktu luang, Maxine menunjukkan dedikasi yang tidak biasa untuk anak seusianya. Ia sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengasah akurasi tembakannya di klub Warriors Jakarta. Bagi Maxine, lapangan basket adalah tempat ia merasa paling bebas dan kompetitif. Kedisiplinan yang ia tanamkan sejak dini—seperti menambah porsi latihan mandiri sebelum sekolah dimulai—menjadi fondasi utama yang membawanya melampaui level pemain sebayanya di Indonesia.

Sebelum terbang ke California, Maxine adalah sosok yang mendominasi kompetisi basket pelajar di Indonesia. Di SMAN 70 Jakarta, ia membawa sekolahnya menjadi jawara di ajang Honda DBL with KFC Jakarta Series. Beberapa catatan emasnya di Indonesia meliputi:

  • MVP Liga Bali Tournament 2022: Membuktikan kemampuannya di level klub bersama Warriors Basketball Academy.
  • Top Point Nasional DBL: Di partai final DBL Jakarta, ia sukses mencetak 43 poin, rekor tertinggi yang membuatnya terpilih sebagai bagian dari DBL Indonesia All-Star 2023.
  • Timnas U-18: Mewakili Indonesia di ajang FIBA U18 Women’s Asia Cup 2024 di Shenzhen, China, di mana ia mencatatkan rata-rata 9,3 poin per gim.

Maxine menyadari bahwa untuk mencapai WNBA, ia harus berani keluar dari zona nyaman. Ia melanjutkan sekolah menengah di Archbishop Riordan High School*di San Francisco. Di sana, ia tidak hanya bermain basket tetapi juga sempat mencoba olahraga flag football untuk mengasah ketangkasannya.

Dalam sebuah kesempatan, Maxine pernah menyampaikan bahwa perjalanannya di Amerika bukan hanya tentang ambisi pribadi, melainkan tentang membuka jalan bagi generasi pebasket putri Indonesia selanjutnya. Ia mengungkapkan:

Aku ingin membuktikan bahwa perempuan Indonesia bisa bersaing di level tertinggi. Targetku bukan hanya sekadar masuk ke sistem basket Amerika, tapi benar-benar memberikan dampak. WNBA adalah mimpi besar, tapi fokusku saat ini adalah bekerja keras setiap hari di gym dan lapangan. Jika kamu punya mimpi, jangan biarkan rasa takut atau jarak menghalangimu.

Dalam setiap gerakan step-back atau keputusan cepat di lapangan, terlihat pengaruh dari para idolanya. Maxine sering menyebutkan bahwa ia banyak belajar dengan memperhatikan gaya bermain bintang-bintang besar dunia:

  • ​Stephen Curry: Sebagai pemain yang memiliki akurasi tembakan tiga angka yang luar biasa, Curry menjadi inspirasi utama Maxine dalam mengasah shooting range-nya. Ia mengagumi cara Curry menciptakan ruang untuk menembak meski dijaga ketat oleh lawan yang lebih besar secara fisik.
  • ​Caitlin Clark: Di kancah basket putri, Maxine terinspirasi oleh fenomena Caitlin Clark. Keberanian Clark untuk melakukan tembakan jarak jauh dan kemampuannya dalam memberikan assist yang visioner menjadi standar yang ingin dicapai Maxine untuk menembus level WNBA.
  • ​Kobe Bryant: Dari sisi mentalitas, Maxine sangat mengagumi Mamba Mentality. Kegigihan Kobe dalam berlatih dan semangat pantang menyerah adalah prinsip yang ia pegang teguh saat harus beradaptasi sendirian di Amerika Serikat, jauh dari keluarga.

Kerja kerasnya di level SMA membuahkan hasil luar biasa. Maxine menjadi atlet pertama dari sekolahnya yang berhasil menembus NCAA Division I, liga mahasiswa paling bergengsi di AS yang merupakan “kawah candradimuka” sebelum masuk ke dunia profesional.

Pada pertengahan 2024, Maxine secara resmi berkomitmen untuk memperkuat California State University, Fullerton (Titans). Keputusannya memilih Titans didasari oleh kecocokan program basket dan reputasi akademis kampus tersebut—mengingat Maxine sangat menjunjung tinggi pendidikan tinggi (saat ini ia mengambil jurusan Kinesiology).

Pada musim 2025-2026, ia mulai menunjukkan tajinya di NCAA. Salah satu momen ikoniknya yang sempat viral adalah tembakan buzzer beater jarak jauh (deep three) saat melawan Pepperdine, yang bahkan mendapat perhatian dari media olahraga internasional sekelas ESPN.

Partisipasi Maxine dalam ajang Basketball Without Borders (BWB) Global Women’s Camp 2025 di Indianapolis semakin mendekatkannya pada radar pencari bakat WNBA. Sebagai satu-satunya wakil Indonesia di kamp tersebut, ia berlatih langsung di bawah pengawasan pelatih dan pemain WNBA ternama.

Bagi Maxine, setiap menit yang ia mainkan di lapangan NCAA adalah satu langkah lebih dekat menuju panggung WNBA. Perjalanannya membuktikan bahwa dengan dedikasi dan keberanian untuk merantau jauh dari rumah, pebasket putri Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia.