SBOBET88

Berita Dan Informasi Olahraga Terkini

Liga IndonesiaSepak Bola

Hasil BRI Super League 2025-2026: Pekan ke-12 Arema FC vs Persija Jakarta. Arema FC tumbang 2-1 Laga Diwarnai Kericuhan dan 5 Kartu Merah

SBOBET88 – Pekan ke-12 Super League 2025-2026 menyajikan drama yang intens di Stadion Kanjuruhan, Malang. Dalam laga bertajuk big match, Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan comeback 2-1 atas tuan rumah Arema FC, namun pertandingan ini akan lebih dikenang karena tensi panas yang berujung pada kericuhan dan banjir kartu merah.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, tensi tinggi sudah terasa. Arema FC, yang didukung penuh oleh suporter mereka, berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-12. Gol tunggal Singo Edan dicatatkan oleh pemain asing mereka, Valdeci, yang membuat publik Kanjuruhan bergemuruh. Skor 1-0 untuk Arema FC bertahan hingga turun minum, menunjukkan perlawanan keras dari tim tuan rumah terhadap Macan Kemayoran.

Memasuki babak kedua, Persija Jakarta menunjukkan respons cepat dan agresif. Hanya dalam kurun waktu dua menit, penyerang andalan mereka, Eksel Runtukahu, berhasil membalikkan keadaan secara dramatis. Pada menit ke-48: Eksel Runtukahu mencetak gol penyama kedudukan, membuat Persija menemukan kembali momentumnya.

Tak berselang lama, tepatnya pada menit ke-50, Eksel Runtukahu kembali menjebol gawang Arema FC, sekaligus mencatatkan brace dan membawa Persija unggul 2-1. Dua gol kilat Eksel ini tidak hanya mengubah papan skor, tetapi juga memanaskan atmosfer pertandingan.

Ketika pertandingan memasuki masa injury time babak kedua, ketegangan yang telah memuncak sepanjang laga akhirnya meledak. Kericuhan dipicu oleh insiden adu fisik di sisi lapangan, tepatnya di depan bangku cadangan Persija. Pemain asing Arema FC, Paulinho Moccelin, terlibat kontak keras dengan winger Persija, Allano Lima. Adu mulut dan saling dorong cepat meluas, melibatkan pemain di lapangan, staf pelatih, hingga ofisial dari kedua kubu. Insiden ini bahkan sempat membuat salah satu ofisial Persija, Gerson Rios, terjatuh ke saluran air di pinggir lapangan setelah terdesak kerumunan.

Untuk mengendalikan situasi yang mencoreng sportivitas, wasit Yudi Nurcahya dipaksa mengeluarkan total lima kartu merah dalam satu pertandingan:

  1. Julian Gevara (Pemain Arema FC): Kartu merah pertama dikeluarkan lebih dahulu, pada menit ke-84, karena pelanggaran keras.
  2. Jordi Amat (Pemain Persija Jakarta): Menerima kartu kuning kedua di masa injury time (90+2′) yang berujung kartu merah.
  3. Paulinho (Pemain Arema FC): Keterlibatannya dalam adu fisik di bench menjadi pemicu kericuhan besar.
  4. Dua Ofisial Persija (Italo Bartole Resende & Gerson Rodrigues Rios): Dikeluarkan karena ikut terlibat keributan hebat dan adu argumen yang memanas di area bangku cadangan.
  5. Satu Ofisial Arema FC (Andre Caldas Costa): Dikeluarkan karena keterlibatannya dalam aksi saling dorong dan keributan di pinggir lapangan.

Kericuhan ini memaksa laga terhenti sementara waktu, menunjukkan bahwa tingginya emosi dan frustrasi di penghujung laga, terutama dari tim tuan rumah yang gagal mempertahankan keunggulan di kandang sendiri.
Kemenangan 2-1 ini memastikan Persija Jakarta membawa pulang tiga poin berharga dari Malang, memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen Super League 2025-2026.

Namun, drama lima kartu merah ini tentu menjadi catatan serius bagi komite disiplin liga dan menjadi sorotan atas tingginya tensi yang terjadi di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.