Son Heung-min soal tuduhan komentar berbau rasis dari rekan setimnya Rodrigo Bentacur
SBOBET88 – Gelandang Tottenham Rodrigo Bentancur terancam terkena suspend 12 kali pertandingan jika dirinya terbukti melanggar Peraturan Football Association (FA) E3. Dalam sebuah wawancara acara TV Uruguay, Bentancur diduga membuat pernyataan rasis tentang Son Heung-min. Ketika ditanya perihal tentang apakah jersey yang disimpan dirumahnya itu milik kapten tim Korea Selatan itu, Bentacur menjawab dengan ‘Bisa juga milik sepupu Sonny karena kurang lebih mereka semua sama.’
Peraturan FA E3.1 yang diduga telah dilanggar oleh Bentacur berisi ketika bertindak dengan cara yang tidak tepat dan/atau menggunakan kata -kata kasar dan/atau menghina dan/atau membuat pertandingan menjadi terganggu. Ini merupakan ‘pelanggaran berat’ yang didefinisikan dalam aturan FA E3.2, karena termasuk referensi, baik tersurat maupun tersirat, untuk kebangsaan dan/atau ras dan/atau asal etnis. Jika terbukti bersalah, Bentancur menghadapi larangan minimum enam pertandingan. Jika dia mengakui tuduhan itu dia akan menghadapi suspensi 12 pertandingan.
Ketika ditanya perihal kasus yang menimpa Bentacur, Son mengatakan bahwa dia sudah memaafkan rekannya tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika libur musim. Son bahkan tidak menyadari apa yang terjadi sampai dia menerima pesan panjang dari Bentacur dan dia mengatakan dia bisa merasakan permintaan maaf itu datang dari hati. Dan ketika mereka bertemu kembali untuk pramusim, Rodrigo sekali lagi meminta maaf secara personal.
“Dia merasa sangat menyesal, dan hampir menangis ketika dia meminta maaf di depan umum dan juga secara pribadi. Dia merasa sangat menyesal. Kita semua manusia dan melakukan kesalahan dan kita belajar dari itu.”
Lebih lanjut Son mengatakan bahwa dia tidak punya masalah sama sekali dengan Bentacur. Mereka terus maju sebagai rekan setim, teman, dan sebagai saudara. Namun meskipun demikian FA sudah memproses penyelidikan terhadap kasus Bentacur sehingga Son merasa tidak dapat berbuat atau berkata banyak.
Sementara ketika ditanya perihal masa depannya di Tottenham, Son mengatakan belum ada pembahasan tentang hal tersebut meskipun kontraknya akan berakhir pada akhir musim depan. Fokusnya tahun ini adalah dia ingin memenangkan sesuatu yang layak didapatkan semua orang di klub dan para pemain. Itulah yang sedang dia perjuangkan.
“Di masa depan, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Namun, saya akan memastikan bahwa saya memberikan segalanya untuk klub ini. Sudah hampir sepuluh tahun saya memberikan segalanya. Kita lihat saja apa yang terjadi. Saya masih memiliki kontrak dengan klub yang merupakan hal terpenting. Saya hanya ingin memberikan segalanya selama saya memiliki kontrak.
