SBOBET88

Berita Dan Informasi Olahraga Terkini

Sport Lain

Akebono legenda sumo asal Hawaii meninggal dunia di usia 54 tahun

SBOBET88 – Taro Akebono, pegulat Sumo kelahiran Hawaii yang menjadi orang asing pertama yang menjadi juara  dan membantu kebangkitan popularitas olahraga sumo pada 1990-an meninggal dunia di Tokyo pada usia 54 tahun karena gagal jantung pada 11 April 2024.

Akebono, terlahir dengan nama Blen Chad Rowan dari Hawaii, disebut-sebut sebagai pelopor yang menghancurkan hambatan budaya selama berabad-abad dengan menjadi orang asing pertama yang menerima gelar Grand Champion Yokozuna pada tahun 1993. Yokozuna merupakan gelar yang diberikan kepada pegulat sumo professional (Rikishi) yang telah mencapai peringkat tertinggi dalam olahraga sumo.

Pada tahun 1992, setahun sebelum kemenangan Akebono, dewan-dewan yang memutuskan pegulat mana yang layak untuk kehormatan itu menolak memberikan gelar Yokozuna kepada orang Hawaii lainnya dan mengatakan bahwa tidak ada orang asing yang memiliki martabat yang sesuai dengan gelar tersebut. Tapi Akebono adalah pegulat Sumo bukan kelahiran Jepang pertama yang pernah mencapai gelar tertinggi itu dalam 300 tahun.

Akebono mengatakan dalam wawancara bersama The New York Times bahwa dia jarang mengungkapkan kebangsaannya di atas ring, dia menganggap dirinya adalah sebagai pegulat sumo. Dia menjadi warga negara Jepang yang dinaturalisasi pada tahun 1996. Dia mendapatkan penerimaan dan popularitas di dunia Sumo karena orang -orang Jepang menghargai pengabdiannya pada olahraga sumo.

Saya tidak berpikir, ‘Saya orang Amerika, saya akan pergi ke sana, menacapkan bendera saya di tengah ring dan mengambil alih Jepang’.

Akebono, yang memiliki tinggi badan  203 cm dan berat badan 211 kg, pertama kali menerima gelar  pada usia 23. Fisiknya yang mencolok dengan cepat mengintimidasi  lawan-lawannya. Dia dikenal karena kekuatan fisiknya dan jangkauan lengannya yang mampu menghalau lawan -lawannya di kejauhan dan mendorong mereka keluar dari ring nyaris tanpa berusaha.

Dia telah memenangkan 11 turnamen besar Sumo yang diadakan enam kali setahun. Namun pada Januari tahun 2001 dia memutuskan untuk pensiun dari sumo dan mengundurkan diri dari Asosiasi Jepang Sumo pada tahun 2003. Di tahun yang sama, 2003  dia berpartisipasi dalam K-1, sebuah olahraga yang menggabungkan unsur-unsur seni bela diri dengan kickboxing.